searchIcon closeIcon
Batalkan
icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Unknown

Istri Jenius yang Tak Diinginkan Sang CEO Dingin

Istri Jenius yang Tak Diinginkan Sang CEO Dingin

Felix Rivers
Selama dua belas tahun, aku bertahan menjadi putri buangan di keluarga konglomerat Wijaya, menoleransi segala hinaan karena dianggap canggung dan tak berguna. Namun di malam gala amal yang megah itu, tunanganku, Bima, tiba-tiba mengambil mikrofon dan mengumumkan pembatalan pernikahan kami di depan ratusan tamu penting. Dia dengan bangga menggandeng saudariku, Clara, dan mengatakan bahwa cinta sejatinya selalu ada pada gadis itu. Kerumunan langsung menghindariku seolah aku ini penyakit menular. Ibu angkatku berteriak marah, mengancam akan memutus semua akses keuanganku dan membiarkanku terlantar di jalanan jika aku berani melangkah pergi. Clara tersenyum penuh kemenangan di balik air mata palsunya, sementara Bima menatapku dengan simpati yang merendahkan, menyebutku menyedihkan dan gila. Mereka menungguku hancur. Mereka yakin bahwa aku, si mahasiswa drop-out yang tidak punya apa-apa ini, akan berlutut menangis dan memohon agar tidak dibuang. Tapi mereka tidak pernah tahu bahwa identitas 'anak buangan' ini hanyalah penyamaran sementaraku. Tanpa meneteskan air mata, aku meletakkan kartu kredit di atas meja dan berjalan keluar menuju halaman belakang yang gelap. "Aset aman. Mulai evakuasi." Hanya dalam hitungan detik, raungan baling-baling memecah malam saat sebuah helikopter militer hitam tanpa tanda mendarat untuk menjemputku, meninggalkan keluarga Wijaya yang menatap ngeri dari balik jendela.
Modern Misteri
Unduh Buku di App

Ayah... ibu... maafkan.. aku, tidak! Aku tidak ingin mati!! Siapa saja tolong aku! Tuhan... aku, ingin tetap hidup..'

Dengan pandangan yang mulai buram serta kesaradan yang mulai menghilang, Niel hanya mampu mengingat hal terakhir yang paling membuatnya bahagia. Ia terus berucap jika dirinya tidak ingin mati, bayangan ayah, ibu dan saudara-saudarinya terlintas. Begitu pula teman-teman yang telah lama menemaninya, namun ia juga tak bisa menentang takdir.

Niel Astankova, seorang siswa Sma yang sedikit tomboy itu meninggal di usia sangat muda akibat bukan ulahnya sendiri, harus berusaha mengubah hal-hal yang akan menentukan dirinya bisa di selamatkan dan kembali ke kehidupannya sebelum kematian atau tidak. Harus merasakan berbagai cara kematian yang beragam dari yang benar-benar menyedihkan hingga tidak bisa terlintas di pikiran saking konyolnya. Belum lagi berbagai misi yang harus ia selesaikan untuk mengisi sebuah tabung yang memerlukan nilai-nilai yang akan ia kumpulkan nantinya guna kembali ke kehidupannya yang tenang. Mampukah Niel melakukan misi yang harus ia jalani nantinya?

'Tidak adakah kematian yang lebih menyedihkan daripada ini?!'

***

Senin siang, pukul 15.00

Suara kendaraan berlalu-lalang di sebuah jalan metropolitan penghubung antar kota, juga merupakan sebuah kawasan elite di mana letak sekolah Libri Stary di bangun.

Para siswa tingkat akhir terlihat telah meninggalkan gedung sekolah, entah yang pulang dengan sepeds atau hanya berjalan kaki semata. Kota G memang masyarakatnya lebih banyak menggunakan sepeda dan juga angkutan umum di bandingkan mobil pribadi ataupun motor, itulah sebabnya tempat ini menjadi sebuah kota yang asri dan bebas dari polusi udara berlebih.

"Hoshh.. hoshh! Niel! Tunggu!!"

Seorang remaja dengan masih mengenakan seragam khas dari sekolah Libri Stary atau yang biasa di singkat dengan Libstar itu terlihat berlari dengan nafas yang tersengal, dadanya naik turun berusaha menetralkan nafas yang berlomba-lomba untuk mengisi paru-parunya. Sedangkan sang empu nama hanya berjalan santai sambil menikmati makanannya yang ada di tangan.

"Cepatlah Ab, atau kau akan ku tinggal." Gumam Niel yang tak menghiraukan jalanan dan masih mengunyah makanannya.

"Jalanmu terlalu cepat! Sudah ku bilang untuk menungguku.. hoshh… di depan pagar bukan," ucap pemuda yang di panggil Ab tersebut dengan nafas yang tersengal.

'Grepp!'

Sebuah tangan meraih pergelangan tangannya yang ia masukan kedalam saku jaketnya, perempuan yang baru saja menghadiri upacara penerimaan siswa baru itu mengernyitkan dahinya. Seragam putih dengan rok di atas paha berwarna abu-abu itu begitu kontras dengan cara jalannya yang tak jauh berbeda dari preman pasar yang biasa meminta setoran kepada para pedagang. Wajahnya tertekuk tanda tak suka tepat di atas jebra cross, Abraham berhasil meraih lengannya dan menghentikan langkah sang teman kecil dan berbalik mendengarkannya. Tak perduli jika mereka tengah berada tepat di atas zebra cross yang begitu rawan akan bahaya.

"Kau ini, bla bla bla bla..."

Niel hanya bisa menjilati jemarinya tanpa mendengarkan ocehan pemuda pirang tersebut, ia memilih untuk menatap sekitar.

Tak jauh dari tempat di mana mereka bertengkar, sebuah lampu lalu lintas khusus pejalan kaki mulai berubah warna menjadi kuning lalu beransur memerah. Niel dan Abraham masih berada di sana sebelum dari arah kanan tepat membelakangi Abraham, sebuah mobil kontrainer melintas dengan kecepatan penuh berulang kali membunyikan klakson mobilnya. Namun kedua anak itu tidak juga menyingkir dari tempat itu, keadaan sekitar yang mulai sepi juga mendukung calon pelaku untuk menjadi pelaku tabrak lari.

Tapi berbeda dengan Niel,

“Kau harus ingat nanti jika pulang untuk,-”

‘brukk!!’

Sebuah tangan mendorong tubuh sang pemuda menjauh, membuat tubuh pemilik surai pirang tersebut menghantam pembatas jalanan dan sukses pantatnya mencium jejeran rapi batu bata yang mengisi jalanan tersebut.

“Niel!! Kau ini, di saat seperti ini masih sempat-sempat… nya, bercanda..”

Suaranya terhenti di tenggorokan, matanya sukses membola dengan apa yang ada di hadapannya kini. Begitu cepat hingga otaknya tak mampu mengolah kejadian yang ia lihat di depan matanya sendiri, bahkan posisinya belumlah berpindah dari ubin jalanan.

Baca Sekarang
One Chance without Change

One Chance without Change

Unknown
'Tidak adakah kematian yang lebih menyaktikan dibandingkan ini?!'
Fantasi R18+MisteriFantasiPerangkapJenius
Unduh Buku di App
Miracle (Our Magic shop)

Miracle (Our Magic shop)

Unknown
Padahal aku hanya bimbang, aku juga hanyalah manusia biasa yang kekurangan kasih sayang.
Romantis ParanormalKeluargaFantasiCinta segitigaCinta pada pandangan pertama
Unduh Buku di App
Unknown Wattpad IndonesiaUnknown novel gratis tanpa aplikasiUnknown gratis tanpa beli koin dan offlineUnknown
Yuk, baca di Bakisah!
Buka
close button

Unknown

Temukan buku-buku yang berkaitan dengan Unknown di Bakisah. Baca lebih banyak buku gratis tentang Unknown Wattpad Indonesia,Unknown novel gratis tanpa aplikasi,Unknown gratis tanpa beli koin dan offline.