searchIcon closeIcon
Batalkan
icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Nilakandi

Pemuas Nafsu Keponakan

Pemuas Nafsu Keponakan

kodav
Warning!!!!! 21++ Dark Adult Novel Aku, Rina, seorang wanita 30 Tahun yang berjuang menghadapi kesepian dalam pernikahan jarak jauh. Suamiku bekerja di kapal pesiar, meninggalkanku untuk sementara tinggal bersama kakakku dan keponakanku, Aldi, yang telah tumbuh menjadi remaja 17 tahun. Kehadiranku di rumah kakakku awalnya membawa harapan untuk menemukan ketenangan, namun perlahan berubah menjadi mimpi buruk yang menghantui setiap langkahku. Aldi, keponakanku yang dulu polos, kini memiliki perasaan yang lebih dari sekadar hubungan keluarga. Perasaan itu berkembang menjadi pelampiasan hasrat yang memaksaku dalam situasi yang tak pernah kubayangkan. Di antara rasa bersalah dan penyesalan, aku terjebak dalam perang batin yang terus mencengkeramku. Bayang-bayang kenikmatan dan dosa menghantui setiap malam, membuatku bertanya-tanya bagaimana aku bisa melanjutkan hidup dengan beban ini. Kakakku, yang tidak menyadari apa yang terjadi di balik pintu tertutup, tetap percaya bahwa segala sesuatu berjalan baik di rumahnya. Kepercayaannya yang besar terhadap Aldi dan cintanya padaku membuatnya buta terhadap konflik dan ketegangan yang sebenarnya terjadi. Setiap kali dia pergi, meninggalkan aku dan Aldi sendirian, ketakutan dan kebingungan semakin menguasai diriku. Di tengah ketegangan ini, aku mencoba berbicara dengan Aldi, berharap bisa menghentikan siklus yang mengerikan ini. Namun, perasaan bingung dan nafsu yang tak terkendali membuat Aldi semakin sulit dikendalikan. Setiap malam adalah perjuangan untuk tetap kuat dan mempertahankan batasan yang semakin tipis. Kisah ini adalah tentang perjuanganku mencari ketenangan di tengah badai emosi dan cinta terlarang. Dalam setiap langkahku, aku berusaha menemukan jalan keluar dari jerat yang mencengkeram hatiku. Akankah aku berhasil menghentikan pelampiasan keponakanku dan kembali menemukan kedamaian dalam hidupku? Atau akankah aku terus terjebak dalam bayang-bayang kesepian dan penyesalan yang tak kunjung usai?
Romantis R18+MenegangkanHubungan rahasiaPerkosaanBudak seksualCabul
Unduh Buku di App

Perempuan bergaun biru itu memandang kearah lautan lepas berwarna jingga di depannya dengan sendu. Tangan yang mungil terkulai begitu saja di kedua sisi tubuhnya. Bibirnya mengatup rapat, helai demi helai rambut itu terurai menari-nari mengikuti alunan lagu sang anila.

Tatapannya nampak kosong, namun disaat yang bersamaan juga nampak penuh dengan kebimbangan. Beralaskan pasir pantai yang basah, kakinya tetap memaku tatkala diterpa ombak yang menyapa. Sepertinya ia tidak keberatan sama sekali saat dingin air laut berusaha mengusik jemari kakinya. Tak ada kicau burung bernyanyi, tak ada musik mengalun mengiringi.

Perlahan matanya terpejam menikmati detik demi detik waktu yang berlalu, menyisakan tanda tanya besar pada sosok yang mengamatinya sejak tadi.

"Cantik," batin laki-laki yang entah sejak kapan mengamati gadis misterius itu dalam diam. Senyum mengembang di bibirnya, seakan sudah tertahan sejak lama. Bait-bait puisi kerinduan tertulis jelas di wajahnya yang masih tersipu meski hanya dengan menyaksikan gadis itu dari kejauhan.

"Aku benar-benar ingin menyapamu, gadis bergaun biru," batinnya lagi. Sebait puisi tentang kerinduan tiba-tiba sayup-sayup terdengar ditelinganya, entah suara siapa itu.

Lihatlah, matahari bersinar malu-malu di ufuk sana.

Apakah rindumu sudah mencair olehnya?

Ataukah justru kian menggebu?

Karena sepertinya candumu tak ada obatnya.

Maaf, datang lagilah lain kali.

Dosa atau doa, ada hutang yang harus kau lunasi.

Suara ombak mengalun merdu mengiringi siapapun yang tengah merindu. Ada aturan-aturan tertentu yang menghalanginya, sebesar apapun celengan rindunya untuk sang gadis yang tertahan.

Namun ia hanyalah manusia biasa yang pada akhirnya, pertahanannya runtuh juga. Dari jarak sekitar sepuluh kaki, bau harum unik mulai menyeruak membuat lelaki itu memejamkan matanya, menghirup kuat-kuat aroma yang memabukkan itu. Aroma yang bisa membuat siapa saja gila bahkan hanya dengan membayangkannya sekalipun.

Kelopak-kelopak bunga warna-warni bertebaran disekeliling si gadis bergaun biru, menampakkan cahaya kebiruan yang berpendar dengan teratur. Sehelai kelopak bunga mawar berwarna biru itu jatuh tepat di tangan sang lelaki yang sudah menengadah. Kemudian, aroma memabukkan itu menguat lagi seiring hembusan angin yang beradu.

"Lagi. Harum ini lagi. Aku ingin serakah. Kumohon, ijinkan aku mendekat menyetuhmu," pinta si lelaki memelas walau jelas tak terdengar.

Sepertinya angin memang sengaja bermain-main dengan keduanya, mungkin berharap mereka segera bertegur sapa. Bahkan angin dan ombak pun tak sabar menunggu dua insan itu bertemu lebih dari sekedar hanya beradu pandang. Kemudian sekali lagi, harum khas yang memabukkan itu menyeruak ke indera sang perindu.

Kata Kahlil Gibran, apa yang kita sentuh adalah bagian dari nafsu kita. Mungkin benar, lelaki itu buktinya. Tampaknya ia benar-benar memilih serakah meskipun ia tentu sangat tahu apa konsekuensi atas tindakannya.

Dirematnya kelopak bunga ditangan, pendiriannya pun seketika runtuh. Bulat sudah tekadnya untuk meredakan kerinduan, mengikuti nafsunya. Perlahan ia melangkahkan kaki mendekat, bermaksud mengikis jarak diantara mereka, atau bahkan menyapanya.

Satu langkah.

Gemerincing lonceng-lonceng kecil terdengar ditelinganya, sedikit berisik tapi entah kenapa tetap merdu. Tepat ketika derak-derak lonceng terakhir berbunyi, keheningan pun menyambut memaksa ia kembali melangkah.

Dua Langkah.

Tubuhnya sedikit terhuyung tapi hati memimpinnya lagi, ia hanya patuh mengikuti. Belum terlambat untuk berputar arah dan kembali, tapi ia tak punya niat itu barang sedikitpun.

Tiga langkah.

Aroma yang memabukkan perlahan menghilang, tergantikan aroma air laut yang bersua dengan matahari. Entah kenapa terasa sangat menyejukkan disaat langkahnya mulai terasa berat seakan sesuatu menahannya dari belakang. Tapi sekali lagi, tak bisa diungkapkan dengan kata-kata seberapa besar inginnya melepas rindu. Sekalipun dengan mempertaruhkan segala yang dimilikinya saat itu.

Baca Sekarang
Nilakandi

Nilakandi

Kalasenjana
Bagiamana rasanya memimpikan gadis asing yang sama selama bertahun-tahun lamanya? Kalau Diwana sudah hampir gila, katanya. Enam tahun sudah Diwana dihantui sosok gadis bergaun biru dalam mimpinya. Mimpi misterius yang selalu hadir dengan alunan gemerincing lonceng dan bau harum semerbak memabukkan.
Romantis Cinta pertamaKematianPasangan
Unduh Buku di App
Nilakandi Wattpad IndonesiaNilakandi novel gratis tanpa aplikasiNilakandi gratis tanpa beli koin dan offlineNilakandi
Yuk, baca di Bakisah!
Buka
close button

Nilakandi

Temukan buku-buku yang berkaitan dengan Nilakandi di Bakisah. Baca lebih banyak buku gratis tentang Nilakandi Wattpad Indonesia,Nilakandi novel gratis tanpa aplikasi,Nilakandi gratis tanpa beli koin dan offline.