icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Di Ujung Lelah

Di Ujung Lelah

Penulis: Amy Sity
icon

Bab 1 Ingin cerai

Jumlah Kata:1108    |    Dirilis Pada: 07/03/2024

a

u ingin

saja dari mulutku, aku sudah

mu Mirna

Ia seperti tak percaya d

dulu adalah seorang istri yang patuh dan

n tahun dengannya, banyak duka dan Air mat

n pernah mence

elama menjadi istrinya tak pernah aku melakukan kesalahan

enceraikan aku, aku yang akan

keberanian itu, ini jela

lah Mirna yang sudah lelah dan sudah tak tah

lan Lima tahun, entah mengapa aku dulu m

ingin menikah dengannya karena cinta. Ya karena cinta juga aku menerima dia yang hanya bekerja sebag

t kalemya, kerja keras nya, tanggung jawabnya, selalu meminta maaf setelah kami bertengkar itu yang m

, sebelum mengenal Mas Farid aku pernah menja

MA, seumuran, lahir di tahun yang

ng tinggi, membuat aku selalu tertawa saat bersamanya, wajahnya yang manis

ja menasehatiku jika aku salah. Dia juga selalu memberikanku k

menunjukkan sifat tempremennya, sedikit saja aku sa

marah, benda yang ada di hadapannya dia tendang, bahkan

waktu dia marah, dia akan memukulku seperti apa yang dia

h terbersit d

engan mas Farid jika di dal

ir Allah tak

apa yang telah digari

d selama Lima tahun, di tahun per

lam setahun tujuh kali, pindah dar

, pernah kami tak punya uang untuk beli beras dan gas pun habis, kami hanya beli nasi satu bungkus makan berdua.

terlilit hutang disana sini, ia terpaksa berhutang untuk menutupi kebutuhan k

a itu, tapi aku selalu bertahan dan memberinya

. Aku diterima mengajar di sebuah TPA, meski dengan gaji sedikit, aku tak

dapur, aku mulai menabung dan bisa membantunya membayar hutang

dih karena aku takut tak bisa bekerja dan kondisi keuangan kami masih belum m

alu diantar Mas Farid, karena kelelahan dan kecapean aku harus m

harus berhenti dari mengajar. Mas Farid melara

asian anak kita kalau kamu terlalu cap

itu melaran

suamiku, aku berhenti mengajar, dengan begitu

pan yang kuberi nama Azka Askara. Aku menangis saat pertama melihat waj

ang sholeh ya nak, yang

rumah, meskipun diatas tanah sewa. Dari pada harus sewa rumah kont

ap. Apalagi putra pertama kami sudah berumur satu tahun, bis

id semakin lama sema

h marah, emosi, bahka

marah marah. Bagaimana rumah bisa bersih, si kecil kami sedan

ut acak acakan, dia pun akan marah. Apalagi tubuhku yang sem

i segala rutinitas ibu rumah tangga. Aku ingin sekali sehari saja tak m

hanya ada dalam

tak ada yang urus, makanan tak ada yang memasak, baju kotor

rumah tangga ku sudah sangat melelahk

. Dan jika saat dia dirumah, kondisi rumah seperti kapal peca

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka