icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

WANITA SIMPANAN SUAMIKU,

Bab 4 Fitnah Adik Ipar

Jumlah Kata:1099    |    Dirilis Pada: 19/09/2023

h berangkat ke

otor bekas sarapan di dapur seketika

tuk pintu dulu atau paling nggak mengucap salam.

ahin. Kenapa ya mas Bima mau aja menjadikan mbak

sopan sama yang lebih tua. Aku sebagai ya

ang ke sini pagi

anya malah balik tanya. Nggak nyam

el baru. Semalam Kasih sudah memberitahu mas

sudah be

ama atau

a belas meni

u Kasih minta uan

iam beber

a cepat pulang dan nggak lama-lama di sini,"

meninggalkan dapur. Selang beberapa menit kemudian Nela kembali dat

" Kasih menatap N

diambil apa nggak," Nela membawa beberapa piring

nya. Dengan amat sangat terpaksa ia mengambil uang tersebut dan mele

*

sibuk berkutat dengan komputer di hadapannya kini mengalihkan

raih ponselnya. Menerima panggilan masuk dari

asih, a

umah mas karena ingin mengambil uang yang Kasih minta semalam untuk membeli ponsel

ja uangnya sama mbak

la itu orangnya seperti apa? Banyak uang tapi ngg

dahal semalam mas sudah bilang sa

an dia mengusir Kasih sambil dorong-dorong Kasih k

gitu sam

a m

dik kesayangan mas diperlakukan sepert

s. Soal uang sepuluh juta yang Kasih mi

aja. Sudah dulu ya, ma

a m

Kasih dan meletakan ponselnya

engar suara pintu ruanga

as

masuk ke dalam ruangannya. Ternyata orang itu adalah Sey

," Seyla meletakan map biru berisi berkas-ber

jadwal pertemuan

ersama pak Matius dari perusa

nggut-m

an dan hendak melangkah namun t

kamu makan siang di

embalik

ku

i ruangan ini selain kita berdua? Ta

yla menjawab

m mendengar j

*

duduk berhadapan dengannya. Sekarang mereka sedang

di warteg. Kamu tau nggak? Ini per

h

ala dan kembali melaha

elama ini ng

ang aku. Bisa makan aja aku udah bersyukur banget, ya meskipun di

kan

tiap bulan, bayar listrik, air, buat makan sehari-hari, ongkos pu

rsenyum

?" tanya Sey

kecil," satu tangan Bima terangkat, mengusap si

malu dan kembali mel

*

yang masih melilit di atas kepalanya. Menghampiri Bima

H

mpan di dalam nakas samping

. Memangny

ya. Apa jangan-jangan ada m

tuk membeli ponsel baru. Tapi sengaja nggak bilang-bilang sama kamu. Kal

aruhnya di mana. Cob

gnya memang aku

cari di t

tap aja nggak

pa ba

luh j

-hitung sedekah. Mungkin kamu kualat k

ndekati nakas samping tempat tidur

i

g berdiri membelakanginya dan kembali menatap ponsel pria itu. Diambinya secara

a uangnya. Uangnya sudah

Nggak salah lagi, pasti mas Bima yang sudah mengambil uangku untuk diberikan ke Kasih. Mas Bima

dia yang mengambil. Aku nggak bisa tinggal diam. Mulai sekarang aku harus

bajunya. Mas tung

a m

lalu kel

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka