icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Silakan Ambil Suamiku, Pelakor!

Bab 2 2. Bunga

Jumlah Kata:1129    |    Dirilis Pada: 13/05/2023

ala Arusha dengan penuh kasih sayang. "Sashi ga apa kalo kepagian berangkat sekolahnya?"

eolah tahu apa yang men

dikatakan sang mama 'perceraian' itulah yang didengarnya. Hanya saja, gadis yang wajahnya sangat mi

a pesan taksi online dulu," kata Amelia membuat

ak Sashi." Aron kini kegirangan sambil men

elana panjang berbahan katun berwarna hitam itu segera mengambil ponselnya. Jari-jemarinya yang lentik itu dengan cepat mengetikkan pesan

susu dan air putih untuk Aron. Kalian jangan lupa bawa

ia mandi sangat terburu-buru saat ini. Entah, semalam tidur pukul b

ayar benda pipih itu. Nama kesayangan yang membuat hati Amelia merasaka

. Sebuah pesan dari wanita yang kini juga nasibnya sedang diujung t

pak gugup saat Amelia s

ya. Tas yang dikirim oleh Diana--sahabat baiknya saat SMA dulu. Tas yang menjad

pula ponsel itu ada pasword rahasianya." Amel

arus kamu dengar saat ini," kata Arsa dengan pa

sanan mobil online-ku juga lima menit lagi sampai."

aku waktu hingga semua masalah ini selesai?" tanya Arsa ber

gkuhannya langsung menyebar dengan pesat bak debu yang bertebaran dan semua orang langsung

teriak karena sangat

t mendengar suara keras dari sang ayah. Aron langsung memeluk Arusha kar

a?" tanya Sashi deng

online-nya sudah nungguin kita." Amelia menunjuk ke depan di man

ng dari ketiga anak-anak Amelia. Mereka kini sudah sangat jarang mencium punggung tan

Amelia merasa tidak enak hati pad

, silakan masuk." Sopir itu mempersilakan Am

ia dan kedua anaknya berada di kursi penumpang nomor dua. Entah kapan terakhir keluarga mereka naik satu mo

kata sopir itu dan mem

ya bayar cash saja," kata Amelia sambil me

promosi besar-besaran." dusta s

tis kaya gini. Terima kasih, semoga ke depannya semaki

ri siapa sebenarnya sosok sopir taksi itu. Amelia merasa tidak menge

i?" tanya Sashi yang saat ini

pa yanh dimaksud olehnya. Apa maksudnya sopir taksi t

" tanya Amelia

ita," kata Shasi sambil

tanya Amelia yang mendadak penasaran lalu menoleh ke b

depan. Pas aku ga sengaja liat, Om itu

banyak hal saat ini. "Nah, itu kelasnya, Mama, antar sampai sini, ya. Nanti kalo pulang sekolah,

i, kedua anaknya mendadak menjadi pendiam. Mereka berdua seolah paham dengan yang menimpa kedua

mengamati Amalia dari jauh. Tentu, wanita yang telah lama mencuri hatinya itu ti

l sudah terbiasa hidup sederhana. Begitulah didikan kedua orang tua

. Tidak hanya itu, tatapan matanya yang teduh banyak membuat lawan jenisnya terpikat. T

in aku ga bisa move on pada gadis lain. Hampir empat belas tahun aku menun

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 1. Mari Berpisah2 Bab 2 2. Bunga3 Bab 3 3. Sopir Taksi4 Bab 4 4. Ibu Mertua Yang Kasar5 Bab 5 5. Diskusi6 Bab 6 6. Arsa Marah7 Bab 7 7. Tuduhan8 Bab 8 8. Tuduhan(2)9 Bab 9 9. Hampir Saja10 Bab 10 10. Rencana Ratna(1)11 Bab 11 11. Rencana Ratna(2)12 Bab 12 12. Menjemput Prita di Rumah Sakit13 Bab 13 13. Ketahuan14 Bab 14 14. Ketahuan15 Bab 15 15. Arsa Marah16 Bab 16 16. Prita Ingin Menemui Amelia17 Bab 17 17. Janji18 Bab 18 18. Kamu Punya Masalah 19 Bab 19 19. Rencana Bertemu20 Bab 20 20. Awal21 Bab 21 21. Pertemuan22 Bab 22 22. Permainan Awal23 Bab 23 23. Tamparan Bu Dibyo24 Bab 24 24. Tamu Tengah Malam25 Bab 25 25. Arsa Mengusir Prita26 Bab 26 26. Mal Dekat Rumah27 Bab 27 27. Apakah Ini Kebetulan 28 Bab 28 28. Menolak Masakan Arsa29 Bab 29 29. Mengungkit Masa Lalu30 Bab 30 30. Waktu Yang Tidak Tepat31 Bab 31 31. Suriyana32 Bab 32 32. Bisakah 33 Bab 33 33. Dinding Tinggi34 Bab 34 34. Kejutan35 Bab 35 35. Orang Tua Arsa36 Bab 36 36. Umpan37 Bab 37 37. Kemarahan Subianto38 Bab 38 38. Tamparan Arsa39 Bab 39 39. Surat Dari Pengadilan40 Bab 40 40. Makan Bersama di Mal41 Bab 41 41. Tamparan Untuk Prita42 Bab 42 42. Melengkapi Berkas Perceraian43 Bab 43 43. Tawaran Bodoh Prita44 Bab 44 44. Kegundahan Arsa45 Bab 45 45. Subianto Akhirnya Tahu46 Bab 46 46. Ratna Tidak Terima47 Bab 47 47. Sidang Keluarga48 Bab 48 48. Keputusan Sidang Keluarga49 Bab 49 49. Amelia Sakit50 Bab 50 50. Prita Diperiksa51 Bab 51 51. Akta Nikah52 Bab 52 52. Jebakan Untuk Prita53 Bab 53 53. Penyelidikan54 Bab 54 54. Amelia Pulang Ke Rumah55 Bab 55 55. Ratna De Javu56 Bab 56 56. Sidang Pertama57 Bab 57 57. Ratna Mulai Ikut Campur58 Bab 58 58. Amelia Berniat Meninggalkan Rumah59 Bab 59 59. Kegaduhan60 Bab 60 60. Kesepakatan61 Bab 61 61. Ingatan Amelia62 Bab 62 62. Kebodohan Prita63 Bab 63 63. Bukti Cek In64 Bab 64 64. Masa Lalu Yang Kelam65 Bab 65 65. Bukti Yang Datang Tepat Pada Waktunya66 Bab 66 66. Bukti Cek In 67 Bab 67 67. Ratna Mulai Curiga68 Bab 68 68. Rencana Ratna69 Bab 69 69. Rencana Pertama70 Bab 70 70. Acara Ulang Tahun71 Bab 71 71. Kesempatan Emas72 Bab 72 72. Kematian Tragis Salina73 Bab 73 73. Pengakuan Ratna74 Bab 74 74. Upaya75 Bab 75 75. Isi Kotak Kayu76 Bab 76 76. Informasi Yang Mengejutkan77 Bab 77 77. Talak Tiga Dari Arsa78 Bab 78 78. Penyerahan Bukti Kejahatan79 Bab 79 79. Kemunculan Suriyana80 Bab 80 80. Pada Akhirnya81 Bab 81 81. Akhir Cerita82 Bab 82 Ekstra Part