back
Unduh aplikasi
icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Mertua Hiperseks

Mertua Hiperseks

Virgoo

5.0
Ulasan
105.3K
Penayangan
53
Bab

Warning 21+ mengandung konten dewasa, harap bijak dalam memilih bacaan. Winda Anita Sari merupakan istri dari Andre Wijaya. Ia harus rela tinggal dengan orang tua suaminya akibat sang ibu mertua mengalami stroke, ia harus pindah setelah dua tahun pernikahannya dengan Andre. Tinggal dengan ayah suaminya yang bersikap aneh, dan suatu ketika Anita tau bahwa ayah mertuanya yang bernama Wijaya itu adalah orang yang mengidap hiperseks. Adik iparnya Lola juga menjadi korban pelecehan oleh ayahnya sendiri, dikala sang ibu tak berdaya dan tak bisa melindungi putrinya. Anita selalu merasa was-was karna sang ayah mertua selalu menatapnya dengan tatapan penuh nafsu bahkan tak jarang Wijaya sering masuk ke kamarnya saat ia sedang tidur. Akankah Anita mampu bertahan tinggal bersama Ayah mertuanya yang hiperseks? Atau malah menjadi salah satu korban dari ayah mertuanya sendiri?

Bab 1
Tatapan Ayah

"Apa yang ayah lakukan? Bagaimana bisa Ayah masuk ke kamarku, sedangkan pintu sudah ku kunci," Tanya anita sambil menutup belahan dada yang hanya tertup lingerie. Dua tahun menikah ia harus ikut suaminya dan tinggal bersama mertuanya karena ibu mertua Anita mengalami stroke sehingga tidak ada yang merawatnya. Mendengar ucapan menantunya Sang mertua hanya melengos dan pergi tanpa sepatah kata apapun.

Selama satu minggu terakhir Anita selalu merasa was-was dengan ayah mertuanya, seringkali ia menangkap tatapan penuh nafsu pada mertuanya itu. Tak jarang ketika Anita sedang sendiri di rumah atau sedang melakukan aktifitas di dapur Ayah mertuanya seringkali mengintipnya. Ia mengutarakan kekhawatirannya pada sang suami tapi malah ditanggapi dengan gelak tawa seperti cerita Anita hanyalan bualan konyol karena baru saja pindah ke rumah orang tuanya.

***

Semenjak ibu mertua Anita stroke, Ayah mertuanya menjadi banyak berdiam diri dan hanya bicara seperlunya, selama menikah dengan Andre, Anita memang tidak pernah akrab dengan keluarga suaminya, karena memang hanya beberapa kali berjumpa. Apalagi Andre dan Anita hanya menjalin hubungan beberapa bulan dan memutuskan untuk langsung menikah.

"Beneran mas, kenapa gak percaya sama aku sih? Ayah mu itu aneh, masak tadi siang dia bisa masuk ke kamarku? Padahal pintunya sudah ku kunci. Apa jangan-jangan dia punya kunci serep ya?" Ucapnya pada Andre Suaminya.

"Kamu ini ngaco deh! Ya gak mungkin lah Ayah bisa masuk kalau pintu kamar udah kamu kunci, kamu aja mungkin lupa saking ngantuknya." Jawab Andre yang tak percaya terhadap penuturan istrinya.

"Kamu ih, dibilangin gak percaya. Mending kamu cariin Ayah istri baru deh mas, biar ada yang memuaskan nafsunya. Aku takut entar malah imbasnya ke aku pas kamu lagi ke kantor," pinta Anita yang mulai curiga bahwa Ayah mertuanya itu membutuhkan sosok perempuan yang mampu memuaskan nafsunya, karena selama ibu mertuanya sakit Ayah mertuanya itu berubah menjadi seorang introvet dan tak mau bicara apa pun pada orang-orang kecuali pada anak-anaknya.

Anita memiliki seorang adik ipar yang masih berusia 17 tahun dan sekarang masih kelas XI SMA. Namun, ia sama sekali tak dekat dengan adik iparnya yang bernama Lola, karena Lola sering mengurung diri dikamar sejak ibunya kena serangan stroke

"Udah lah sayang, ngapain bahas Ayah terus sih. Mending kita main aja yuk, aku lagi pengen nih," ucap Andre yang mulai menyentuh bagian dada Anita yang mulai merasakan kehangatan karena sentuhan suaminya itu.

"Ahhh mas, tadi malam kan udah. Tiap malem selalu kukasih, malam ini libur ya!" Ucap Anita sambil mengusap lembut bibir suaminya. Libido Andre semakin memuncak kala tangan lembut Anita menyentuh area bibir hingga dadanya.

"Gimana mau libur kalo kamu menggodaku terus kek gini."

Andre mulai meraba bagian tubuh Anita yang hanya tertutup lingerie tipis warna merah itu, tubuh sang istri baginya sangatlah menggoda iman. Bentuk dada yang montok serta kulitnya yang putih bersih dan lembut selalu membuat Andre menginginkan lebih dari Anita, bahkan terkadang saat mandi pun ia tak segan untuk meminta istrinya untuk melayani nafsunya itu.

"Arghhh mas geli." Ucap Anita ketika Andre menyetuh bagian intim milik istrinya itu, tak hanya itu ia juga mulai menggerakkan lidahnya kedalam vagina istrinya yang berwarna merah kemudaan. Andre semakin cepat menggerakkan lidahnya dan memainka

n alat vital istrinya yang mulai kebasahan

"Arghh...arrghhhh...mas aku udah gak tahan, langsung tancepin aja," seru Anita yang mulai merasakan meriang diseluruh tubuhnya, Andre memang selalu pandai memainkan peran bahkan Anita tak mampu menolak setiap kali ia meminta untuk dilayani.

Tanpa fikir panjang Andre segera melucuti boxer yang ia pakai, kaos oblong yang menjadi penutup tubuhnya. Lalu mulai menaiki tubuh mungil Anita yang minta segera di tancapkan Mr. P nya kedalam vagina Anita, ia pun mengangkang kaki Anita ke atas dan memasukkannya perlahan hingga membuat Anita mulai menikmati permainan suaminya itu

"Mmmmhhh....arrghhh...lebih cepet lagi mas," ucap anita sambil menggenggam Seprei kasur yang mulai berantakan.

"Kamu basah banget sayang," seru Andre sambil memegangi buah dada istrinya, diremas serta dilumat perlahan seolah-olah menjadi mainan yang sangat menggemaskan.

Desahan demi desahan keluar dari mulut keduanya hingga mereka pun mencapai titik klimaks dan kepuasannya masing-masing, selepas pertempuran terjadi Andre mengecup kening Anita. Tanda bahwa hasratnya telah tersampaikan, Anita tersenyum dan memeluk tubuh suaminya yang masih ada di atasnya.

"Kurang gak? Aku masih kuat loh!" Ucap Andre sambil membelai wajah Anita yang basah dari keringat. Andre yang masih ngos-ngosan tak kunjung turun dari tubuh Anita.

"Udah ah mas, capek! Ini udah malem juga, tuh liat udah jam 23.30. Besok kamu harus kerja, udah yukk tidur!" Ucap Anita yang sudah tak kuat lagi jika sang suami masih meminta untuk dilayani.

"Hehehe iyaya istriku, lanjut besok aja ya!,"

"Ih kamu mah, nggak aku capek besok pagi-pagi mau beres-beres sama masak." Andre pun turun dari tubuh istrinya dan menyelimutinya, tiba-tiba ada suara ketukan pintu dari luar, entah itu Lola atau Ayah Andre yang tengah malam mengetuk pintu.

Tok tok....tok tok...

Anita menoleh pada Andre yang masih belum tidur juga, Andre yang mendengar ketukan pintu tersebut segera memakai boxer dan kaosnya kembali walaupun badannya terasa sangat lengket karena permainan tadi, tak enak jika sampai keluarganya tau kalau tadi ia dan istrinya sedang melakukan hubungan intim. Anita pun juga langsung menyelimuti tubuh hingga hanya terlihat kepala saja, ia membalikkan tubuhnya menghadap jendela agar terlihat sedang tidur.

"Ayah, kenapa malam-malam begini belum tidur. Ada apa, Yah?" Tanya Andre pada sang Ayah.

"Berisik," ucapnya begitu singkat dengan tatapan penuh isyarat pada sang istri yang mulai terlelap. Andre yang mendengar ucapan Ayahnya merasa tak enak karena telah mengganggu kenyamanan ayahnya saat tidur, karena memang kamar Andre dan ayahnya bersebelahan sehingga suara-suara bising apapun kadang terdengar walaupun hanya samar-samar.

"Maaf, Yah" ucap Andre sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, karena merasa tidak nyaman pada sang Ayah.

"Ibumu dari tadi berisik, dia gak tidur-tidur," jelas Ayah yang langsung melengos pergi. Andre yang melihat ayahnya pergi, ia pun menghampiri istrinya yang sudah tidur dan mengajaknya untuk melihat ibu.

"Sayang, bangun ikut aku yuk liat ibu. Kata bapak ibu gak tidur, aku takut dia kenapa-napa," Ajak Andre sambil Menggoyangkan tubuh istrinya. Namun, Anita tetap tidak bergeming karena memang sejak tadi sudah sangat mengantuk setelah menjalankan kewajiban sebagai istri. Tanpa membangunkan istrinya yang sangat kelelahan, Andre pun menghampiri ibunya.

Unduh Buku